Malam yang gelap menyelimuti Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, ketika truk bantuan tiba. Beberapa hari sebelumnya, kebakaran besar telah melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam waktu singkat. Warga berlarian menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang berharga. Di tengah puing-puing yang masih menyisakan bau hangus, kedatangan bantuan menjadi salah satu harapan baru bagi mereka.
Kehilangan yang Mendalam
Kebakaran tersebut memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi warga dibandingkan sekadar kehilangan tempat tinggal. Rumah, alat tenun, hasil produksi, serta kios-kios kecil yang menjadi tempat mereka menjajakan kerajinan kepada wisatawan juga terbakar habis. Dalam sekejap, banyak warga kehilangan tempat usaha sekaligus sumber penghasilan yang selama ini menopang kehidupan mereka. Dalam situasi sulit ini, PNM berkomitmen untuk tidak membiarkan nasabah menghadapi kesulitan sendirian. Prinsip ini menjadi bagian dari respons PNM dalam menghadapi bencana di berbagai daerah.
Komitmen PNM dalam Membantu Pemulihan
“Kami ingin memastikan ketika masyarakat sedang dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih,” ungkap Direktur Utama PNM, Kindaris, dalam keterangannya pada Senin (31/8/2026). Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, PNM akan terus memantau kebutuhan lanjutan, termasuk mendukung nasabah untuk kembali menjalankan aktivitas dan usaha mereka.
PNM Peduli di Desa Adat Sade melibatkan tim yang turun langsung untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Dari hasil pemetaan, perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama, mengingat hampir seluruh peralatan untuk memasak, makan, dan aktivitas sehari-hari musnah dalam kebakaran. Bagi mereka yang kehilangan hampir semua isi rumah, barang-barang sederhana tersebut sangat berarti. Setiap bantuan yang diterima tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi langkah awal bagi warga untuk kembali menjalani aktivitas di tengah keterbatasan.
Kehadiran PNM Peduli di Desa Adat Sade menunjukkan respons cepat terhadap kondisi nasabah yang terdampak, dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan. Belum genap satu pekan setelah kebakaran, dukungan telah tiba dan diserahkan langsung kepada mereka yang membutuhkan.