Fakta Ekonomi

Gitar Buatan Tangan: Jalan Baru Rini untuk Membangkitkan Ekonomi Keluarga

Rini Sudarwanti beralih ke usaha gitar handmade setelah mengalami kesulitan dalam bisnis makanan. Kini, ia tidak hanya mengembangkan kerajinan gitar, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarganya.

N
Naufal Akbar
13 August 2026
25 pembaca
Foto: dok PNM
Foto: dok PNM

Usaha gitar handmade menjadi pilihan Rini Sudarwanti untuk bangkit setelah menghadapi masa sulit dalam bisnis makanan yang dijalankannya. Dari usaha yang dibangun secara bertahap, Rini kini mampu mengembangkan kerajinan gitar sekaligus memperluas sumber pendapatan keluarganya.

Perjalanan Rini dimulai pada tahun 2021 ketika usaha makanan yang dikelolanya mengalami penurunan jumlah pembeli. Dalam situasi yang sulit tersebut, Rini terpaksa berhutang kepada rentenir, dengan tagihan yang terus berdatangan. “Saat itu saya benar-benar merasa berat. Usaha sedang sepi, sementara tagihan terus datang. Saya hanya berpikir cara keluar dari masalah dan bisa kembali menjalankan usaha,” ungkap Rini di Solo, Jawa Tengah.

Di tengah kesulitan tersebut, Rini mendapatkan akses pembiayaan melalui PNM Mekaar. Dana yang diterimanya dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali usahanya secara bertahap. Seiring dengan pulihnya usaha, Rini melihat peluang baru dengan mengembangkan kerajinan gitar handmade. Setiap gitar dibuat dengan cermat menggunakan bahan kayu pilihan dan memiliki karakter unik.

Ekspansi Usaha dan Pelatihan

Usaha Rini terus berkembang. Selain memproduksi gitar handmade, ia juga menjadi AgenBRILink Mekaar. Perjalanannya bersama PNM tidak hanya berhenti pada akses pembiayaan, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan usaha, pameran UMKM, dan program inkubasi bisnis Mekaarpreneur 2026. Dalam program ini, usaha Rini berhasil masuk dalam 50 besar, yang semakin meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mengembangkan bisnis. “Buat saya, PNM bukan hanya memberikan modal. Saya juga mendapatkan kesempatan belajar dan mengembangkan usaha. Saya jadi lebih berani mencoba, percaya diri, dan punya semangat terus maju,” jelasnya.

Dampak Positif bagi Keluarga

Perkembangan usaha Rini memberikan dampak signifikan bagi keluarganya. Pada tahun 2026, anaknya yang sedang bersekolah di tingkat SMA mendapatkan Beasiswa Pendidikan PNM. Bagi Rini, kesempatan ini merupakan kebahagiaan dan bukti bahwa perjuangan membangun usaha tidak hanya berpengaruh pada kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan keluarganya. “Sekarang saya tidak hanya berpikir bagaimana usaha saya bisa jalan. Saya juga ingin anak bisa sekolah dengan baik dan punya masa depan lebih baik. Itu yang membuat saya terus semangat,” tambahnya.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyatakan bahwa perjalanan Rini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pelaku usaha dan keluarganya. “PNM tidak hanya fokus memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi mereka agar usahanya tumbuh, keluarganya makin kuat, dan anak-anaknya memiliki kesempatan meraih masa depan lebih baik,” jelas Kindaris.

Kindaris juga menjelaskan bahwa Rini telah menjadi nasabah PNM Mekaar sejak tahun 2019. Pembiayaan awal yang diterimanya sebesar Rp2 juta, dan saat ini plafon pembiayaannya telah mencapai Rp8 juta. Ia menekankan bahwa perjalanan ini menggambarkan bagaimana pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang dengan akses pembiayaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari seorang ibu yang pernah tertekan oleh utang, Rini kini terus mengembangkan usaha kerajinan gitarnya dan memperluas sumber penghasilannya.

Bagi Rini, gitar handmade yang diproduksinya bukan sekadar produk ekonomi. Setiap gitar merupakan bagian dari perjalanan untuk bangkit, mempertahankan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, serta membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Kindaris menambahkan, pengembangan UMKM tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan usaha, tetapi juga dampaknya yang menjalar ke tingkat keluarga melalui peningkatan pendapatan, keberlanjutan pendidikan anak, dan penguatan ketahanan ekonomi rumah tangga. “Dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, perjalanan ini menjadi gambaran bahwa modal dapat menjadi langkah awal, sementara pemberdayaan dan pendampingan adalah bagian penting untuk membantu pelaku usaha terus tumbuh,” tutup Kindaris.

Artikel Terkait