Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 3 September 2026, mengalami penguatan di tengah perhatian pelaku pasar terhadap sentimen baik global maupun domestik. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 37,05 poin atau setara dengan 0,56 persen, mencapai level 6.632,83. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 3,30 poin atau 0,51 persen, berada di posisi 655,17.
Peluang Penguatan IHSG
Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, selama IHSG tetap berada di atas level 6.510, ada peluang untuk menguji kembali resistance di angka 6.635, serta kemungkinan menutup gap di level 6.733. Namun, jika terjadi aksi ambil untung, IHSG dapat mengalami koreksi ke level support di 6.551, 6.510, dan 6.454.
Sentimen Global dan Kebijakan Moneter
Dari sisi internasional, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan baru terhadap beberapa target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang mencakup fasilitas pertahanan udara dan radar. Iran dilaporkan membalas dengan serangan rudal balistik ke pangkalan Marinir AS di Yordania. Eskalasi ini menambah kekhawatiran mengenai keamanan regional dan potensi gangguan terhadap jalur perdagangan energi di Selat Hormuz.
Investor juga semakin memperhatikan kebijakan moneter global seiring dengan lonjakan yield obligasi pemerintah di berbagai negara, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga mungkin akan tetap tinggi lebih lama. Kenaikan harga energi menambah risiko inflasi, sementara data pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Liza menambahkan, "Kondisi tersebut membuat pasar semakin bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi, dalam memperkirakan langkah The Fed selanjutnya."
Dari Amerika Serikat, sentimen pasar cenderung hati-hati di tengah data ekonomi yang bervariasi. Perubahan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan bahwa sektor swasta hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus 2026, lebih rendah dari ekspektasi 47.000, dan menjadi laju penciptaan pekerjaan terendah sejak Januari 2026. Di sisi lain, pesanan baru barang manufaktur meningkat 0,9 persen secara bulanan pada Juli 2026, mencapai 663,6 miliar dolar AS, melampaui perkiraan kenaikan 0,7 persen. Beige Book The Fed juga menunjukkan aktivitas ekonomi meningkat secara moderat di sebagian besar wilayah.
Investor kini akan fokus pada data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Agustus yang akan dirilis pada hari Jumat, 4 September, sebagai indikator penting mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter The Fed.
Dari dalam negeri, pemerintah bersama Komisi XI DPR telah menyepakati asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2027, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar rupiah Rp 17.500 per dolar AS, serta yield SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen. Pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan antara 6,0–6,5 persen, pengangguran terbuka 4,30–4,87 persen, penciptaan 2,57–3,49 juta lapangan kerja baru, dan GNI per kapita antara 5.800–5.840 dolar AS.
Liza menyatakan bahwa target pertumbuhan 6 persen mencerminkan ambisi pemerintah untuk mempercepat ekonomi dari pola pertumbuhan sekitar 5 persen, namun pencapaiannya masih menjadi tantangan, mengingat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen (yoy) pada kuartal II 2026, melambat dari 5,61 persen pada kuartal sebelumnya. "Akselerasi pertumbuhan membutuhkan peningkatan investasi produktif, kapasitas produksi, produktivitas, serta peran sektor swasta agar target tersebut dapat tercapai secara berkelanjutan," tambah Liza.
Bursa Eropa mengalami penurunan pada hari Rabu, 2 September, di mana Euro Stoxx 50 turun 0,10 persen, indeks FTSE 100 Inggris turun 0,30 persen, indeks DAX Jerman turun 0,50 persen, dan indeks CAC 40 Prancis turun 0,26 persen. Sementara itu, bursa Wall Street di AS mengalami penguatan pada hari yang sama, di mana indeks S&P 500 turun 0,46 persen ke level 7.666,60, indeks Nasdaq Composite naik 0,45 persen ke 26.217,83, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,56 persen ke 53.061,95.
Di bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei naik 0,08 persen ke 64.382,00, indeks Shanghai naik 0,43 persen ke 3.958,4, indeks Kospi naik 0,92 persen ke 6.622,28, indeks Hang Seng naik 0,56 persen ke 25.453,00, dan indeks Straits Times naik 0,47 persen ke 5.771,08.