Fakta Ekonomi

IHSG Terus Menguat, Dibuka di Angka 6.524

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada hari Jumat, mencermati berbagai sentimen dari pasar domestik dan global. IHSG dibuka naik ke level 6.524,07.

W
Wira Yudha
21 August 2026
28 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat menunjukkan tren positif dengan penguatan yang signifikan, di mana para pelaku pasar memperhatikan sentimen baik dari domestik maupun global. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 22,48 poin atau 0,35 persen, mencapai posisi 6.524,07. Di sisi lain, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 2,62 poin atau 0,41 persen, sehingga berada di level 641,36.

Proyeksi IHSG ke Depan

"Diperkirakan jika IHSG bertahan di atas level MA100, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 6.600 serta berpotensi menutup gap di 6.700. Namun perlu diwaspadai sentimen negatif eksternal dan menjelang akhir pekan,” ungkap Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam analisisnya di Jakarta.

Perubahan Kebijakan BEI

Dari dalam negeri, BEI berencana untuk mengubah batas minimum harga saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai, dari yang sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per saham. Selain itu, BEI juga berencana untuk menghapus dua kriteria Papan Pemantauan Khusus, yaitu kriteria mengenai saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 dan memiliki likuiditas rendah dalam tiga bulan terakhir, serta kriteria terkait emiten yang tidak memenuhi kriteria Papan Pemantauan Khusus lainnya, tetapi harga sahamnya belum mencapai Rp50.

BEI juga berencana untuk menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection. Untuk auto rejection bawah (ARB), saham dengan harga Rp 1-10 akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal. Saham pada rentang harga Rp11–200, Rp 201–5000, dan di atas Rp5000 akan memiliki ARB sebesar 15 persen. Sedangkan untuk auto rejection atas (ARA), saham dengan harga Rp 1-10 juga akan menggunakan batas Rp1 berdasarkan nilai nominal, dengan ARA sebesar 35 persen untuk saham pada rentang Rp11-200, 25 persen untuk saham Rp201-5000, dan 20 persen untuk saham di atas Rp5000. Uji coba perubahan aturan ini akan dilakukan bersama Anggota Bursa (AB) pada 22 dan 29 Agustus 2026, dengan target implementasi pada 7 September 2026.

Sentimen Global dan Dampaknya

Dari sisi internasional, yield US-Treasury kembali mengalami kenaikan meskipun ada rencana besar untuk pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Yield obligasi 10 tahun AS meningkat lebih dari 5 basis poin (bps) menjadi 4,704 persen pada hari Kamis. Sementara itu, yield untuk tenor 30 tahun juga naik 5 bps menjadi 5,248 persen. Ratna mengungkapkan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi ini dapat menimbulkan kekhawatiran terkait biaya pinjaman yang tinggi bagi perusahaan-perusahaan.

Selain itu, harga minyak mentah ditutup menguat lebih dari 2 persen pada hari yang sama setelah Menteri Keuangan AS mengumumkan sanksi berat terhadap Iran. Di bursa Eropa, mayoritas indeks mengalami pelemahan, termasuk Euro Stoxx 50 yang turun 0,37 persen, sedangkan indeks FTSE 100 Inggris sedikit menguat 0,04 persen. Bursa saham AS juga mengalami penurunan, dengan indeks S&P 500 melemah 0,87 persen.

Sementara itu, di bursa saham regional Asia, indeks Nikkei mengalami penurunan sebesar 0,49 persen, sedangkan indeks Shanghai dan Hang Seng masing-masing menguat 0,03 persen dan 0,56 persen. Indeks Kospi juga mengalami penguatan sebesar 0,77 persen, sementara indeks Strait Times melemah 0,03 persen.

Artikel Terkait