Fakta Ekonomi

Insentif Kendaraan Listrik Diberikan untuk Produk dengan Nilai Tambah Tinggi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa insentif untuk kendaraan listrik akan difokuskan pada produk yang memberikan nilai tambah tinggi dan mendukung program mobil nasional....

S
Stevani Nila Wardana
07 August 2026
42 pembaca
Foto: PLN
Foto: PLN

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa penerima insentif untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan diarahkan pada produk yang memiliki nilai tambah tinggi serta merupakan bagian dari program mobil dan motor nasional. Kementerian Perindustrian menyatakan kesiapan untuk mendukung jika Kementerian Keuangan memutuskan untuk menerbitkan kebijakan insentif kendaraan listrik.

“Pasti fokus dari penerima insentif mobil atau kendaraan berbasis EV, baik itu roda empat maupun motor, merupakan produk-produk yang memang menciptakan nilai tambah yang tinggi di Indonesia, artinya pendalaman strukturnya kuat, tapi juga yang tidak kalah penting yang merupakan program mobil nasional atau merupakan program motor listrik nasional,” jelas Agus saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kesiapan Kementerian Perindustrian

Agus menambahkan bahwa sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam aspek teknis, pihaknya akan menyiapkan segala hal yang diperlukan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. “Dan kalau nanti pada saatnya pemerintah mengeluarkan insentif, seperti apa yang disampaikan oleh (Menteri Keuangan) Pak Purbaya, pasti nanti secara teknisnya akan kami yang siapkan,” ujarnya.

Komponen Dalam Negeri

Mengenai kemungkinan insentif yang mempertimbangkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Agus menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu konsep yang disusun oleh Kementerian Keuangan. “Tapi, apapun itu koridor atau konsep yang disiapkan oleh Kementerian Keuangan pasti kami dukung, dan sebagai kementerian teknis pasti akan kami siapkan didasarkan apa yang diatur dalam PMK,” tuturnya.

Artikel Terkait