Teheran - Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel, menyatakan bahwa Israel telah menargetkan untuk membunuh Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Sebagai balasan, Iran mengancam akan memberikan "tanggapan keras dan segera" kepada Israel.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan melalui akun X bahwa "POTUS (Presiden AS Donald Trump) telah berkomitmen untuk membungkam 'hewan peliharaan' mereka di Tel Aviv." Ia menambahkan, "Jika mereka mengabaikan majikan mereka, Iran akan memberi mereka pelajaran. Ancaman apa pun terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan dibalas dengan tanggapan keras dan segera."
Pernyataan Israel dan Reaksi Iran
Pernyataan tersebut muncul setelah Israel Katz memperingatkan bahwa Mojtaba Khamenei "menjadi target pembunuhan," yang dilaporkan oleh kantor berita Israel, Ynet, pada hari Senin (29/6). CNN telah mencoba menghubungi kantor Katz untuk mendapatkan tanggapan lebih lanjut. Khamenei sendiri belum muncul di depan umum sejak dilantik pada awal Maret, setelah pembunuhan ayahnya, Ali Khamenei, dalam serangan Israel pada akhir Februari.
Pada saat itu, Katz menyatakan di X bahwa "pemimpin mana pun yang ditunjuk" oleh Teheran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel, serta mengancam AS dan negara-negara bebas lainnya, akan menjadi target mutlak untuk dihilangkan. Ia juga menambahkan bahwa tindakan penindasan terhadap rakyat Iran akan menjadi bagian dari ancaman tersebut.
Upacara Pemakaman dan Spekulasi Publik
Sejak dilantik, Khamenei lebih banyak berkomunikasi melalui pernyataan yang dibacakan oleh penyiar berita di lembaga penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Laporan menyebutkan bahwa ia mengalami luka dalam pengeboman yang menewaskan ayahnya. Namun, akhir bulan ini, pihak berwenang akan mengadakan upacara pemakaman untuk Ali Khamenei yang berlangsung dari 4 hingga 9 Juli di berbagai kota di Iran dan Irak. Pentingnya rangkaian acara tersebut memicu spekulasi bahwa Khamenei mungkin akan muncul di hadapan publik.