Jakarta - Kasus tantangan menghafal surah Al-Qur'an yang menawarkan hadiah berupa minuman keras dalam sebuah festival musik telah resmi dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kasus ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara.
"Proses hukum sedang berjalan dan untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke PMJ," ungkap Kasi Humas Polres Metro Jakut, Iptu Maryati Jonggi, pada Kamis (13/8/2026). Dia menambahkan bahwa kasus tersebut resmi diserahkan kepada Polda Metro Jaya hari ini dan meminta semua pihak untuk menahan diri guna menghindari tindakan main hakim sendiri selama proses hukum berlangsung.
Video Viral dan Tanggapan Wali Kota
Di media sosial, beredar video yang menunjukkan sejumlah orang mendatangi lokasi festival musik The Sounds Project di Ancol. Kasus tantangan hafalan Al-Qur'an ini semakin mencuat setelah video tersebut viral di berbagai platform media sosial.
"Terkait imbauan, kemarin saat doorstop sudah disampaikan ya oleh Wali Kota (agar semua pihak) untuk menahan diri," jelasnya.
Penyelidikan dan Tangkapan
Polisi mulai menyelidiki kasus tantangan hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman keras yang terjadi saat konser The Sounds Project di Ancol. Saat ini, dua pelaku telah ditangkap.
"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, kepada wartawan pada Rabu (12/8). Dua pelaku tersebut adalah seorang perempuan berinisial R dan seorang laki-laki berinisial E, namun polisi belum merinci peran masing-masing dalam kejadian tersebut.
Polisi juga berencana untuk melakukan gelar perkara guna menentukan langkah selanjutnya untuk kedua pelaku dan sedang membidik individu lain yang mungkin terlibat.
Tanggapan Penyelenggara dan Pihak Terkait
Pihak penyelenggara acara, The Sounds Project, memberikan respons terkait insiden ini dengan mengecam tindakan tersebut. Mereka menyatakan, "Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun."
Penyelenggara juga menyatakan bahwa kejadian ini tidak sesuai dengan arahan maupun persetujuan yang diberikan. Mereka telah menegur pihak sponsor dan meminta agar kasus ini diselesaikan dengan tuntas.
Direktur Newport, Handoko Sasongko, juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program atau konsep promosi yang direncanakan oleh Newport. "Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ungkapnya.
Handoko menambahkan, "Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi."