Fakta Hukum

Kejadian Mengerikan: Darah Menetes dari Plafon Kosan di Jakarta Barat

Sebuah kosan di Jakarta Barat mengejutkan penghuni setempat setelah ditemukan darah menetes dari atap, yang mengarah pada penemuan kasus pembunuhan. Polisi berhasil menemukan jasad seorang wanita di d...

A
Amara Rukmana
01 August 2026
33 pembaca
Foto: Endang (54) ditangkap polisi atas kasus pembunuhan terhadap pacarnya, Muzalipah (52) di Grogol, Jakbar. Endang membunuh korban setelah ketahuan selingkuh. (dok Resmob PMJ)
Foto: Endang (54) ditangkap polisi atas kasus pembunuhan terhadap pacarnya, Muzalipah (52) di Grogol, Jakbar. Endang membunuh korban setelah ketahuan selingkuh. (dok Resmob PMJ)

Jakarta - Tetesan darah yang berasal dari atap sebuah kosan di Jakarta Barat membuat para penghuni terkejut. Kejadian ini mengungkap adanya pembunuhan yang mengerikan. Darah tersebut mengotori keramik di lantai satu kosan yang terletak di Jalan Makaliwe, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Terdapat banyak ceceran darah yang jatuh dari atap, termasuk bercak di tembok.

Penghuni di lantai satu segera melaporkan penemuan tetesan darah dari lantai atas kepada RT dan RW setempat, sebelum akhirnya menghubungi Call Center Polri di nomor 110. "Jadi pada saat di laporan (Call Center Polri) 110 ini, tetangga yang di lantai satu melaporkan ada darah yang menetes dari atas," ungkap Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, saat dihubungi pada Jumat (31/7/2026).

Penemuan Jasad Korban

Dalam foto yang beredar, terlihat plafon lantai satu kosan dalam keadaan terbuka dengan triplek yang menggantung. Tetesan darah tampak di berbagai tempat. Dalam video yang beredar, darah tersebut jatuh ke lantai satu kosan dari atap plafon yang terbuka, sementara penghuni menunjukkan arah jatuhnya tetesan darah.

Setelah menerima laporan, polisi segera menuju lokasi untuk menyelidiki sumber darah tersebut. Mereka akhirnya menemukan jasad seorang wanita di dalam kosan. Petugas mengevakuasi jasad korban dari lantai atas. Saat memasuki kamar kosan korban, polisi mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah pintu dibuka, terlihat jasad korban tergeletak di atas kasur.

Korban diketahui bernama Muzalipah (52) dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di bagian wajah. "Betul, ditemukan seorang wanita dalam kondisi meninggal dunia," kata AKP Reza.

Proses Penangkapan Pelaku

Pihak kepolisian menerima laporan mengenai kejadian ini pada Rabu (29/7) pukul 18.50 WIB. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap kasus ini. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa terdapat luka di kepala korban, yang menyebabkan darah menetes ke lantai satu kosan.

Polisi berhasil menangkap seorang pria bernama Endang (54) yang diduga terlibat dalam pembunuhan Muzalipah. Penangkapan dilakukan di rumahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, pada malam yang sama dengan penemuan jasad korban, yaitu Rabu (29/7) pukul 23.00 WIB. Endang sempat melawan saat ditangkap, sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas.

"Kami melakukan penangkapan di mana pas lagi penangkapan, pelaku sempat melawan dan mencoba kabur, akhirnya kami melakukan tindakan tegas dan terukur," jelas Panit II Resmob, Iptu Dally Gumay. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Menurut pengakuan Endang kepada polisi, ia membunuh pacarnya setelah ketahuan berselingkuh. Muzalipah menuduhnya setelah melihat pesan di ponsel Endang. "Motif pembunuhan tersendiri yaitu pada saat korban mendatangi kontrakan pelaku, korban mendapati adanya WA dari wanita lain di HP pelaku," tambahnya. Setelah perselingkuhan terungkap, Endang memukul Muzalipah dengan palu hingga menyebabkan kematian.

"Hal tersebut memicu pertengkaran hebat hingga akhirnya pelaku mengambil sebuah palu dan memukul kepala korban sebanyak empat kali hingga korban meregang nyawa," tutupnya.

Artikel Terkait