Fakta Nasional

Konflik Meningkat antara Arab Saudi dan Houthi

Ketegangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi semakin meningkat, dengan serangan yang saling dilakukan di Laut Merah. Serangan ini merupakan respons terhadap ancaman terhadap pelay...

P
Panca Akbar Saputra
26 July 2026
39 pembaca
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)Foto: REUTERS/Khaled Abdullah
Kelompok Houthi (Foto: REUTERS/Khaled Abdullah)Foto: REUTERS/Khaled Abdullah

Jakarta - Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi milik Houthi, menghancurkan target-target yang dianggap mengancam kapal-kapal komersial. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah.

Serangan tersebut terjadi setelah Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal Saudi di Laut Merah pada minggu ini. Turki al-Maliki, juru bicara koalisi Saudi, menyatakan di media sosial X bahwa "Militer Houthi yang teroris... menargetkan kapal-kapal dagang di Laut Merah." Dia juga menekankan bahwa koalisi memberikan respons yang tegas dan kuat dengan menargetkan fasilitas-fasilitas militer Houthi yang digunakan untuk mengancam pelayaran di Laut Merah, serta menyatakan bahwa "respons militer kini telah berakhir."

Korban Akibat Serangan

Media yang terkait dengan Houthi melaporkan bahwa dua orang terluka akibat serangan udara yang dilakukan oleh Arab Saudi. Korban tersebut termasuk seorang pekerja di kota Hodeida dan seorang wanita di pulau Kamaran. "Seorang pekerja di gedung telekomunikasi terluka dalam agresi Saudi di kota Hodeida," ungkap televisi al-Masirah.

Ancaman Pembalasan dari Houthi

Kelompok Houthi di Yaman berjanji untuk membalas serangan Arab Saudi, menuduh kerajaan tersebut telah menargetkan infrastruktur sipil. Ancaman ini muncul di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah. Pada hari Jumat (24/7), Riyadh melakukan serangan terhadap target-target militer Houthi di Hodeida. Media Houthi melaporkan bahwa dua orang terluka setelah kelompok yang didukung oleh Iran tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi dan menyerang kapal-kapalnya.

Peningkatan ketegangan ini menandai dimulainya front baru dalam perang yang telah berlangsung di kawasan tersebut, terutama setelah serangan yang dilakukan oleh AS-Israel terhadap Iran pada bulan Februari lalu. Media Ansarollah yang terkait dengan Houthi menyebutkan di Telegram, "Penargetan fasilitas sipil oleh musuh Saudi di Hodeida dan pulau Kamaran merupakan eskalasi yang berbahaya," dan menegaskan bahwa "kejahatan baru-baru ini tidak akan dibiarkan begitu saja."

Sebuah sumber keamanan Yaman menginformasikan kepada AFP bahwa pangkalan angkatan laut di Hodeida dan kamp militer di pulau Kamaran termasuk di antara target serangan Saudi. Houthi juga mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap Arab Saudi pada hari Sabtu (25/7), beberapa jam setelah mengumumkan niat untuk membalas serangan tersebut. Media Ansarollah melaporkan bahwa "serangan rudal Yaman" menyebabkan kebakaran di kota Jizan yang terletak di Laut Merah, di bagian selatan Arab Saudi.

Arab Saudi belum memberikan komentar resmi terkait klaim tersebut. Namun, badan pertahanan sipil Riyadh sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk di Jizan dan Yanbu mengenai "potensi bahaya," meskipun peringatan tersebut dicabut beberapa menit setelahnya. Peringatan serupa juga dikeluarkan sebelumnya ketika rudal atau drone diluncurkan ke wilayah kerajaan tersebut.

Ketegangan yang meningkat ini terjadi setelah koalisi pimpinan Saudi mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyerang lokasi-lokasi Houthi dan menghancurkan target-target yang dianggap mengancam kapal-kapal komersial, sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan Houthi di Laut Merah. Sejak 2014, kelompok Houthi telah terlibat dalam konflik dengan pemerintah Yaman, yang telah menewaskan ratusan ribu orang. Baku tembak baru-baru ini mengancam gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 2022.

Artikel Terkait