Fakta Ekonomi

Laba BUMN Capai Rp 330 Triliun, Danantara Targetkan Rp 360 Triliun di 2026

Danantara melaporkan laba mencapai Rp 330 triliun dan menargetkan peningkatan menjadi Rp 360 triliun pada tahun ini, sejalan dengan tren positif laba BUMN.

P
Panca Akbar Saputra
25 August 2026
32 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa laba perusahaan yang berada di bawah Danantara telah mencapai Rp 330 triliun. Ia optimis laba tersebut akan meningkat menjadi Rp 360 triliun pada tahun ini.

Kinerja ini melanjutkan tren positif yang ditunjukkan oleh laba BUMN dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data kinerja BUMN, laba bersih BUMN pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 327,13 triliun, dan pada tahun 2024, angka tersebut menurun menjadi Rp 304 triliun.

Proyeksi Laba dan Perbaikan BUMN

Di tahun 2025, laba BUMN diperkirakan akan mencapai Rp 332 triliun secara normalisasi. Sebagian dari pencapaian tersebut direncanakan untuk digunakan dalam berbagai perbaikan fundamental BUMN, termasuk transformasi dan restrukturisasi. Setelah mempertimbangkan impairment sekitar Rp 55 triliun, laba bersih BUMN pada tahun 2025 diprediksi berada di kisaran Rp 280 triliun hingga Rp 285 triliun.

Dengan kinerja yang ada, Danantara berkomitmen untuk mendorong konsolidasi dan transformasi BUMN agar potensi laba perusahaan negara dapat terus ditingkatkan. Dony membandingkan pencapaian laba Danantara dengan Temasek Holdings, yang diperkirakan memiliki laba sekitar Rp 136 triliun. Ia menegaskan, jika target Rp 360 triliun tercapai, laba Danantara akan lebih dari dua kali lipat angka Temasek.

Komitmen dan Potensi Danantara

Dony menyatakan, “Kalau secara size daripada net income, tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek. Tahun ini saya berharap laba kita Rp 360 triliun, hampir dua kali lipat dari Temasek, dari Rp 136 triliun ke Rp 360 triliun.” Ia juga menekankan pentingnya menginformasikan capaian laba Danantara kepada masyarakat sebagai bukti kemampuan Indonesia dalam membangun perusahaan yang berkinerja baik.

“Ini juga perlu disampaikan kepada masyarakat bahwa kita itu sebenarnya negara yang mampu untuk memiliki perusahaan-perusahaan yang handal ke depannya. Nah, ini komitmen kita bersama,” ujarnya. Menurut Dony, besarnya laba bersih perusahaan di Danantara belum banyak diketahui publik dan merupakan bagian dari arah Danantara di masa mendatang. “Teman-teman di Danantara punya komitmen yang mungkin saya rasa tidak banyak orang yang tahu bahwa net income kita, laba perusahaan kita di Danantara lebih besar daripada Temasek. Ini mungkin nggak banyak orang yang tahu. Tetapi inilah roadmap kita ke depan,” tutup Dony.

Artikel Terkait