REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah penyandang disabilitas netra di Denpasar, Bali, terus berupaya mandiri dengan bekerja sebagai tukang pijat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. I Ketut Kariyasa Adnyana, anggota Komisi VIII DPR RI, menilai bahwa situasi ini menegaskan perlunya kesempatan ekonomi yang setara bagi individu dengan disabilitas.
Kariyasa menekankan bahwa keterbatasan penglihatan seharusnya tidak menjadi halangan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dan bekerja di masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi semangat saudara-saudara penyandang disabilitas netra yang tetap bekerja, mandiri, dan tidak menyerah pada keadaan. Kehadiran kita hari ini adalah wujud kebersamaan, bahwa mereka tidak sendiri dan selalu menjadi bagian penting dari masyarakat yang harus mendapat perhatian dan dukungan,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan pada Senin (31/8/2026).
Pentingnya Dukungan Ekonomi
Politisi dari PDI Perjuangan ini berpendapat bahwa dukungan bagi penyandang disabilitas tidak hanya dapat diberikan melalui bantuan sosial. Menurutnya, mereka juga memerlukan akses untuk mengembangkan keterampilan dan memperoleh penghasilan secara mandiri.
Kariyasa menekankan bahwa penyandang disabilitas seharusnya dipandang sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki potensi untuk bekerja dan berdaya secara ekonomi, bukan sekadar sebagai penerima bantuan. Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang menangani isu sosial, ia percaya bahwa memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas adalah salah satu elemen penting dalam pembangunan yang inklusif.
Membangun Kesadaran Sosial
Ia berharap dukungan bagi penyandang disabilitas netra tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga memperkuat semangat untuk terus berkarya. “Semoga kebersamaan ini tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Karena sejatinya, nilai kemanusiaan akan selalu tumbuh ketika kita saling peduli dan saling menguatkan,” tutupnya.