Barack Obama, yang menjabat sebagai Presiden ke-44 Amerika Serikat, mengungkapkan rasa bangganya terkait kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan Iran pada tahun 2015. Dalam pernyataannya, Obama menegaskan bahwa kesepakatan tersebut dicapai tanpa perlu menggunakan rudal atau mengorbankan banyak nyawa.
Pembelaan Terhadap Kesepakatan Nuklir
Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Obama membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa kesepakatan itu berhasil membatasi program nuklir Iran tanpa menyebabkan konflik yang lebih luas di kawasan. Menurutnya, kesepakatan tersebut juga didukung oleh penilaian intelijen dari AS dan Israel pada waktu itu.
Keberhasilan Tanpa Pertumpahan Darah
Obama menekankan bahwa mereka berhasil menghilangkan 97 persen dari persediaan uranium yang diperkaya oleh Iran. "Kita berhasil melakukannya tanpa menembakkan rudal," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menganggap kesepakatan itu sebagai kegagalan, dan menambahkan bahwa tidak perlu ada tindakan yang merugikan banyak orang atau menutup Selat Hormuz.
"Tidak ada yang membantah bahwa itu berhasil. Dan kita tidak perlu membunuh banyak orang atau menutup Selat Hormuz," tegasnya, menunjukkan keyakinannya akan keberhasilan diplomasi yang dijalankan pada masa pemerintahannya.