Fakta Ekonomi

Pasar Kripto Kembali Bergairah dengan Kenaikan Bitcoin dan Aset Digital Lainnya

Aktivitas di pasar kripto mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2026, seiring dengan penguatan harga berbagai aset digital, termasuk Bitcoin.

S
Stevani Nila Wardana
03 September 2026
26 pembaca
Foto: Dok Freepik
Foto: Dok Freepik

Pasar kripto menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan pada bulan Agustus 2026, didorong oleh penguatan harga sejumlah aset digital utama. Total nilai transaksi aset kripto di platform Indodax selama bulan tersebut mencapai Rp8,7 triliun, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan bulan Juli yang tercatat sebesar Rp7,5 triliun.

Kenaikan aktivitas perdagangan ini sejalan dengan penguatan harga beberapa aset kripto. Data dari CoinMarketCap mencatat bahwa Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 24,36 persen dalam sebulan, diikuti oleh Ethereum yang naik 32,01 persen, XRP sebesar 28,22 persen, Solana dengan peningkatan 41,33 persen, dan Hyperliquid (HYPE) yang melonjak hingga 61,53 persen.

Peningkatan Volume Transaksi Menandakan Kembali Bergairahnya Pasar

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai bahwa peningkatan volume transaksi di bulan Agustus menunjukkan bahwa aktivitas para investor mulai kembali meningkat setelah sebelumnya pasar mengalami stagnasi. "Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga," ungkapnya.

Secara keseluruhan, nilai transaksi kripto di Indonesia pada bulan Juli 2026 mencapai Rp20,52 triliun, dengan jumlah konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta orang. Hal ini menunjukkan adanya basis pengguna yang besar di tengah pergerakan harga yang kembali menguat.

Sentimen Pasar yang Membaik dan Dampaknya

Aloysia menambahkan bahwa penguatan beberapa aset kripto menunjukkan bahwa sentimen pasar mulai meluas dan tidak hanya terfokus pada Bitcoin. "Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda," jelasnya.

Aktivitas perdagangan di bulan Agustus juga dipengaruhi oleh membaiknya sentimen pasar global. Meskipun demikian, pergerakan aset kripto tetap dipengaruhi oleh kondisi likuiditas dan kebijakan moneter global. "Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas," tambahnya.

Aloysia juga mengingatkan bahwa peningkatan transaksi harus disikapi dengan hati-hati, mempertimbangkan kondisi pasar serta strategi masing-masing investor. Ia menekankan bahwa pergerakan harga jangka pendek tidak seharusnya menjadi satu-satunya faktor dalam pengambilan keputusan investasi di aset kripto.

Artikel Terkait