Perdagangan derivatif telah berkontribusi sekitar 84 persen dari total volume perdagangan aset kripto global pada bulan Juni 2026. Bittime menilai dominasi ini sebagai salah satu tanda berkembangnya pasar futures aset kripto di Indonesia.
Data dari CoinMarketCap yang dianalisis oleh Bittime menunjukkan bahwa dari total volume perdagangan sebesar 4,74 triliun dolar AS di 11 bursa besar pada Juni 2026, sekitar 4 triliun dolar AS berasal dari perdagangan derivatif.
Indikasi Pertumbuhan Pasar Futures
Lely Marthadinata, seorang trader senior dan pendiri komunitas trader Theory of Whaless, menyatakan bahwa dominasi derivatif menunjukkan bahwa instrumen ini telah menjadi pusat aktivitas perdagangan aset kripto secara global. “Secara global, derivatif sudah menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan kripto. Karena itu, perkembangan futures di Indonesia merupakan peluang penting bagi industri aset digital nasional, meski pasar lokal masih berada pada tahap awal,” ungkap Lely dalam siaran pers pada Rabu (2/9/2026).
Menurut Lely, pertumbuhan pasar futures di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas perdagangan, terutama dalam hal likuiditas, teknologi, biaya transaksi, dan pilihan produk. Hal-hal ini menjadi pertimbangan penting bagi trader saat memilih platform untuk melakukan perdagangan futures.
Posisi Trader Global dan Dinamika Pasar
Data pasar global yang diperoleh Bittime pada 1 September 2026 menunjukkan bahwa 69,74 persen investor berada pada posisi long kontrak ETHUSDT perpetual, sedangkan 30,26 persen berada pada posisi short, dengan rasio long/short tercatat 2,30. Di sisi lain, posisi trader pada Bitcoin lebih seimbang, dengan masing-masing 50 persen akun berada pada posisi long dan short, serta rasio long/short sebesar 1,00. Data ini menunjukkan bahwa posisi long lebih dominan pada Ethereum dibandingkan Bitcoin saat pengamatan dilakukan.
Namun, rasio long/short ini hanya mencerminkan posisi trader pada waktu tertentu dan dapat berubah dengan cepat mengikuti kondisi pasar, sehingga tidak dapat dijadikan patokan pasti mengenai arah harga aset.
Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menyatakan bahwa karakteristik futures memungkinkan trader untuk mengambil posisi long maupun short sesuai dengan strategi dan kondisi pasar. “Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi long maupun short. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko,” jelas Ryan.
Ryan menambahkan bahwa futures memiliki karakteristik yang berbeda dari perdagangan spot, terutama terkait margin, leverage, volatilitas, dan risiko likuidasi. Oleh karena itu, keputusan transaksi harus didasarkan pada strategi dan pemahaman terhadap pasar, bukan hanya mengikuti pergerakan harga atau FOMO.
Pasar derivatif aset kripto di Indonesia juga mulai menunjukkan aktivitas yang lebih signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa nilai transaksi derivatif aset kripto mencapai Rp3,41 triliun pada Juli 2026, sedangkan total transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun dengan jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital sebanyak 22,93 juta akun.
Ryan menilai perkembangan ini menunjukkan adanya ruang pertumbuhan untuk pasar futures di Indonesia. “Kami melihat futures memiliki ruang untuk berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan dan strategi investor di pasar aset digital. Ke depan, pertumbuhan ini perlu didukung oleh inovasi produk dan peningkatan literasi agar ekosistem futures dapat berkembang secara sehat,” tutup Ryan.
Aktivitas perdagangan juga terlihat dari data internal Bittime Futures selama tujuh hari terakhir, di mana BTCUSDT-PERP, HYPEUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP merupakan beberapa token yang masuk dalam daftar Top Tokens di platform tersebut. Bitcoin tetap menjadi salah satu aset yang paling banyak diperdagangkan, sementara HYPE dan PUMP menunjukkan adanya minat terhadap aset dengan karakteristik berbeda di pasar futures.
Bagi pengguna, perdagangan futures memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan transaksi spot, terutama karena penggunaan leverage dapat memperbesar baik keuntungan maupun kerugian. Bittime mewajibkan pengguna untuk menyelesaikan knowledge test sebelum mengakses fitur futures. Bittime Futures merupakan salah satu layanan dalam platform Bittime yang juga mencakup perdagangan spot dan staking, serta terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Perkembangan pasar derivatif global menunjukkan bahwa pertumbuhan futures di Indonesia tidak hanya terkait dengan bertambahnya pilihan instrumen perdagangan, tetapi juga kualitas likuiditas, teknologi, biaya transaksi, perlindungan konsumen, dan pemahaman risiko yang akan menentukan perkembangan pasar tersebut.