Kabupaten Bekasi - Seorang anak punk yang dikenal dengan inisial FA tewas dibunuh oleh rekannya yang bernama D. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh persaingan untuk mendapatkan perhatian seorang wanita. Pertikaian yang berujung pada kekerasan ini berlangsung di sebuah rumah kontrakan di Cikarang Barat, Jawa Barat, dan terjadi pada dini hari, membuat warga setempat terkejut.
Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, mengungkapkan bahwa pelaku D berhasil ditangkap setelah melarikan diri ke wilayah Tambelang. "Pelaku berinisial D berhasil diamankan petugas setelah sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang," ujarnya.
Awal Mula Perselisihan
Kedua belah pihak, korban dan pelaku, merupakan pengamen jalanan yang terlibat dalam cekcok karena keduanya tertarik pada wanita yang sama. Keributan tersebut terjadi di sebuah kontrakan di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada hari Sabtu, 27 Juni. FA mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan perut akibat serangan tersebut.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Meskipun pelaku sempat melarikan diri, ia akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Kampung Petecina, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, pada hari Minggu, 28 Juni, sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku kini dihadapkan pada kemungkinan dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan/atau Pasal 466 ayat (3) KUHP.
Detail Kejadian dan Penyelidikan
Kejadian bermula pada Sabtu, 27 Juni, sekitar pukul 04.00 WIB, di kontrakan di Kampung Jatibaru, Desa Kalijaya. FA, yang merupakan warga setempat, datang ke lokasi dan terlibat pertengkaran yang berujung pada kontak fisik dengan D. "Berdasarkan keterangan awal para saksi, perselisihan sempat dilerai oleh warga sekitar," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.
Namun, keributan tersebut kembali terjadi di kontrakan yang berbeda, yang mengakibatkan FA mengalami luka akibat senjata tajam. Rekan-rekannya segera membawanya ke Rumah Sakit Bakti Husada, tetapi sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Warga yang mengetahui insiden tersebut segera melaporkannya kepada Ketua RT dan pihak kepolisian.
Selain menangkap pelaku, pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa tabung gas dan minuman keras. Pengungkapan kasus ini dipimpin oleh Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, bersama dengan anggota lainnya.
Ketua RT setempat, Boy Sandi, menyatakan bahwa perselisihan antara FA dan D telah berlangsung sejak sehari sebelum kejadian. "Kami tidak mengetahui secara pasti awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok sejak sore, lalu menjelang subuh ada warga yang melapor," jelas Boy. Ia menambahkan bahwa motif perselisihan ini diduga berkaitan dengan rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang dikenal di lingkungan tersebut.
Korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis, sementara perempuan yang diduga menjadi penyebab perselisihan tersebut telah tinggal di kontrakan tersebut selama delapan bulan tanpa menimbulkan masalah sebelumnya.