Fakta Ekonomi

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Capai 30,3 Juta, Saran untuk Pemula

Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus meningkat, mencapai 30,3 juta. Para pemula diimbau untuk menetapkan tujuan investasi sebelum memilih instrumen yang tepat.

A
Agustinus Jaya Wiratama
25 August 2026
37 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Jumlah investor di pasar modal Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 30,3 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan minat yang tinggi dari masyarakat untuk berinvestasi, namun para pemula diingatkan untuk menetapkan tujuan investasi sebelum memilih instrumen yang sesuai.

Pentingnya Menentukan Tujuan Investasi

Menurut Theo Derick, seorang investor dan kreator, sangat penting bagi investor pemula untuk memiliki tujuan investasi yang jelas. “Yang paling pertama harus jelas justru tujuan investasinya, bukan instrumennya,” ungkapnya dalam sebuah acara talkshow keuangan yang diadakan oleh PT BNI Sekuritas pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di ICE BSD, Tangerang. Theo menjelaskan bahwa tujuan investasi akan memengaruhi jangka waktu dan tingkat risiko yang dapat diterima oleh investor. Setiap kebutuhan finansial, seperti dana darurat, biaya pernikahan, dan persiapan pensiun, memiliki jangka waktu yang berbeda-beda.

Literasi Pasar Modal yang Perlu Ditingkatkan

Rohma Fitri Murniawati, Kepala Retail Brokerage BNI Sekuritas, menekankan pentingnya peningkatan literasi pasar modal seiring dengan pertumbuhan jumlah investor. Edukasi yang baik diperlukan agar masyarakat dapat memahami investasi yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka. Pertumbuhan jumlah investor ini juga terjadi bersamaan dengan penguatan aktivitas pasar saham. Selama periode perdagangan dari 18 hingga 21 Agustus 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,93 persen, mencapai level 6.525,69. Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat tajam sebesar 47,90 persen menjadi 50,30 miliar saham.

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp548,6 miliar, berbalik dari penjualan bersih Rp1,58 triliun pada pekan sebelumnya. Brigita Kinari, seorang analis ekuitas di PT Indo Premier Sekuritas, menyatakan bahwa kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan kembalinya arus dana asing menjadi faktor yang memperkuat momentum IHSG. “Kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan berbaliknya arus dana asing menjadi katalis yang memperkuat momentum IHSG memasuki pekan berikutnya,” jelasnya. Namun, Brigita juga memperingatkan bahwa ruang untuk kenaikan IHSG dalam jangka pendek mulai terbatas setelah adanya reli yang cukup kuat, sehingga potensi aksi ambil untung perlu diwaspadai.

Artikel Terkait