Gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur dan fasilitas publik. Dalam situasi sulit ini, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berupaya memastikan bahwa karyawan dan nasabah yang terkena dampak tidak menghadapi kondisi ini sendirian.
Bagi PNM, langkah awal dalam situasi bencana seperti ini adalah tidak hanya menghitung kerugian, tetapi juga mengidentifikasi siapa saja yang terdampak dan memastikan mereka dalam keadaan aman. Oleh karena itu, PNM melakukan pemantauan dan inventarisasi kondisi karyawan serta keluarganya, dan mendata nasabah yang juga terkena dampak gempa.
Upaya PNM dalam Penanganan Bencana
Proses ini dilakukan melalui jaringan PNM di daerah untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat mengenai situasi di lapangan. Termasuk di dalamnya adalah kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh karyawan dan nasabah. Ketika bencana terjadi, dampaknya tidak hanya pada tempat tinggal, tetapi juga pada usaha kecil. Warung dapat terpaksa tutup, bahan dagangan bisa rusak, akses ke pasar terputus, dan aktivitas ekonomi keluarga terhenti sementara.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa dalam situasi bencana, keselamatan manusia adalah prioritas utama. "Kami sedang menginventarisasi kondisi mereka agar bantuan dan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan," ungkap Kindaris dalam keterangannya pada Senin, 17 Agustus 2026.
Bantuan Logistik untuk Korban
Inventarisasi ini bertujuan untuk memastikan tidak ada karyawan atau nasabah yang terabaikan. Data yang diperoleh dari lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk dukungan selanjutnya, mulai dari kebutuhan dasar hingga pemulihan setelah situasi mulai membaik. Sejalan dengan proses pendataan, PNM juga menyiapkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terkena dampak, khususnya untuk karyawan dan nasabah yang membutuhkan.
Bantuan akan difokuskan pada kebutuhan dasar yang paling mendesak dalam situasi tanggap darurat, seperti makanan, air minum, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan lainnya. Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi lokasi awal penerimaan bantuan, dan PNM berencana untuk memperluas cakupan wilayah penerima manfaat.
“Bantuan awal yang terpenting adalah hadir ketika seseorang sedang membutuhkan. Kami ingin bantuan PNM sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama karyawan dan nasabah yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar PNM,” tambahnya. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat memberikan sedikit kelegaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Setelah kebutuhan dasar dan keselamatan terpenuhi, perhatian selanjutnya adalah bagaimana membantu keluarga dan usaha ultra mikro untuk kembali beroperasi.