Fakta Ekonomi

Purbaya: Belanja Negara Capai Rp 1.656 Triliun, Penerimaan Pajak Rp 1.459 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa realisasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis telah mencapai Rp 101,1 triliun hingga akhir triwulan II 2026, dengan 63,13 juta penerima m...

D
Dila Rakasiwi
03 August 2026
29 pembaca
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Foto: Republika/Erik Purnama Putra

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa hingga akhir triwulan II 2026, realisasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 101,1 triliun, yang memberikan manfaat kepada 63,13 juta penerima. Selain itu, Purbaya juga melaporkan bahwa anggaran untuk program Sekolah Rakyat mencapai Rp 13,1 triliun, yang digunakan untuk 104 sekolah permanen.

Peran APBN dalam Pembangunan

Purbaya menjelaskan bahwa realisasi anggaran tersebut mencerminkan fungsi APBN sebagai agen pembangunan yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas. Ia menekankan bahwa selain berfungsi sebagai agen pembangunan, APBN juga dioptimalkan untuk berperan sebagai penyangga ekonomi dan melindungi masyarakat yang kurang mampu. Dalam kapasitasnya sebagai penyangga, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas harga dan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan pangan melalui subsidi dan kompensasi.

Pemerintah telah mengalokasikan masing-masing Rp 116,0 triliun dan Rp 116,9 triliun untuk subsidi dan kompensasi tersebut. Purbaya menambahkan bahwa perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan terus dilakukan melalui berbagai program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan realisasi masing-masing sebesar Rp 14,5 triliun, Rp 19,7 triliun, dan Rp 8,8 triliun.

Paket Stimulus untuk Pertumbuhan Ekonomi

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga meluncurkan berbagai paket stimulus yang mendukung keberlanjutan usaha dan aktivitas ekonomi. Ini termasuk insentif perpajakan untuk penulis nasional, diskon transportasi selama libur lebaran dan sekolah, serta program magang dan vokasi. Purbaya menyampaikan hal ini dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, realisasi belanja negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp 1.656,0 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 17,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.298,6 triliun, tumbuh 29,4 persen dibandingkan tahun lalu. Purbaya menyebutkan bahwa realisasi belanja ini dipengaruhi oleh pelaksanaan program MBG, penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13, serta pembayaran manfaat pensiun, termasuk subsidi dan kompensasi untuk BBM dan listrik.

Artikel Terkait