Fakta Ekonomi

Revitalisasi Stasiun Bogor untuk Meningkatkan Layanan Transportasi Terpadu

PT Kereta Api Indonesia dan Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dalam penataan kawasan Stasiun Bogor untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih nyaman dan efisien. Rencana ini bertujuan untuk me...

A
Amara Rukmana
21 August 2026
29 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Kota Bogor tengah merancang penataan kawasan Stasiun Bogor sebagai pusat transportasi terpadu. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan serta kapasitas layanan angkutan massal. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa penataan ini merupakan bagian dari rencana revitalisasi yang sedang dibahas dengan pemerintah daerah.

“Terutama terkait kita akan melakukan revitalisasi Stasiun Bogor. Nantinya, Stasiun Bogor akan lebih nyaman, kapasitasnya bisa menampung lebih banyak, lebih indah,” ujar Bobby di Bogor, pada Kamis (20/8/2026).

Rencana Penataan yang Komprehensif

Bobby menjelaskan bahwa penataan Stasiun Bogor akan mencakup berbagai aspek pelayanan penumpang, termasuk pengaturan area untuk naik dan turun penumpang, lokasi pemberhentian transportasi umum atau feeder, serta jalur antarjemput. Ia berharap pengembangan ini dapat menjadikan Kota Bogor lebih ikonik dalam penyediaan fasilitas transportasi massal di masa depan.

Pembahasan mengenai pengembangan layanan perkeretaapian ini dilakukan oleh PT KAI dan Pemkot Bogor di Balai Kota Bogor. Selain revitalisasi Stasiun Bogor, kedua pihak juga membahas integrasi kawasan stasiun dengan Alun-alun Kota Bogor yang terletak berdekatan.

Kolaborasi untuk Transportasi yang Lebih Baik

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan bahwa penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-alun adalah salah satu fokus utama dalam diskusi dengan PT KAI. “Yang utama adalah penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun dan rencana aktivasi dari Bogor ke Cigombong,” kata Dedie.

Pemkot Bogor berkomitmen untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan guna mendukung pengembangan layanan perkeretaapian tersebut. Selain itu, Pemkot Bogor dan PT KAI juga akan segera menyiapkan nota kesepahaman sebagai dasar kolaborasi dalam penataan kawasan Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor.

“Insyaallah, akan kita tata lebih baik lagi, lebih ikonik, kebanggaan Kota Bogor dan Indonesia untuk masa depan transportasi yang lebih nyaman,” tambah Dedie.

Pertemuan tersebut juga membahas beberapa rencana pengembangan transportasi berbasis rel, termasuk fasilitas pelayanan perkeretaapian di Kelurahan Sukaresmi, LRT, trem, aktivasi Stasiun Ciomas-Rancamaya, serta perpanjangan relasi commuter line hingga Cigombong.

Artikel Terkait