Jakarta - Sri Mulyani Indrawati, yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, telah ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen dalam proses pengisian kembali dana putaran ke-22 International Development Association (IDA22), yang merupakan bagian dari Grup Bank Dunia. Penunjukan ini dilakukan oleh perwakilan negara donor dan negara peminjam yang tergabung dalam IDA.
Dalam kapasitasnya, Sri Mulyani akan berperan dalam mendorong peningkatan dukungan kebijakan serta pendanaan untuk IDA22, baik dari negara donor maupun negara penerima bantuan. Menurut pernyataan pers yang dirilis oleh Bank Dunia pada Senin, 3 Agustus 2026, ia akan bekerja sama dengan Managing Director dan Chief Knowledge Officer WBG, Paschal Donohoe, dalam memimpin proses replenishment ini.
Proses Replenishment IDA
Proses pengisian kembali dana IDA biasanya dilaksanakan setiap tiga tahun untuk mengumpulkan dana baru dan menjadi ajang bagi para mitra untuk mengevaluasi kebijakan lembaga tersebut. Sejak IDA18, proses replenishment dipimpin oleh dua ketua bersama, yaitu seorang tokoh independen yang memiliki pemahaman mendalam tentang bank pembangunan multilateral dan seorang pejabat tinggi WBG yang ditunjuk oleh Presiden Bank Dunia.
Pengalaman Sri Mulyani
Bank Dunia menyebut Sri Mulyani sebagai salah satu tokoh berpengalaman dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia merupakan Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia dan juga pernah menjabat sebagai Managing Director serta Chief Operating Officer WBG. Pengalaman luasnya dalam kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral menjadikannya sosok yang tepat untuk peran ini. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
International Development Association (IDA) adalah salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia yang bertujuan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. Melalui IDA, Bank Dunia memberikan pinjaman berbunga rendah atau tanpa bunga serta hibah untuk berbagai proyek dan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Sejak didirikan pada tahun 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi di 115 negara.
Siklus replenishment IDA22 akan secara resmi diluncurkan pada pertemuan Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Pertemuan terakhir untuk penyampaian komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027, di mana akan ditentukan besaran pembiayaan lunak yang tersedia bagi 78 negara hingga tahun 2031.