Fakta Ekonomi

Telkom Selesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Memperkuat Bisnis Konektivitas Grosir

Setelah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang mulai berlaku pada Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) kini menjadi penyedia infrastruktur digital grosir yang netral dan h...

A
Amara Rukmana
08 August 2026
33 pembaca
Foto: Telkom
Foto: Telkom

Setelah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif sejak Januari 2026, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital grosir yang netral, handal, dan berfokus pada kebutuhan pelanggan. InfraNexia, yang merupakan anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dengan memperluas kolaborasi bersama pelanggan eksternal serta meningkatkan keunggulan operasional melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas layanan, dan pelaksanaan model operasi yang semakin efisien. Capaian yang diraih pada tahap pertama ini menjadi fondasi yang kuat bagi Telkom untuk melanjutkan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,9 triliun.

Transformasi Strategis untuk Pertumbuhan

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan langkah penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup. Langkah ini juga sejalan dengan inisiatif Danantara Asset Management untuk mengonsolidasikan aset BUMN. Dengan langkah ini, Telkom berupaya untuk lebih fokus dalam pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih responsif dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai jangka panjang. Selain itu, TelkomGroup juga mendorong percepatan strategi TLKM 30, terutama pada pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti pusat data, menara, dan jaringan fiber, sehingga dapat menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan di masa depan.

Peningkatan Pengalaman Pelanggan

Dian menambahkan bahwa Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan inisiatif strategis dari TelkomGroup yang bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, gesit, dan kompetitif. “Dengan kehadiran InfraNexia, kami optimis dapat menyediakan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas, sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujarnya. Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset selesai, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90% total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom. Aset ini mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga backbone inti serta infrastruktur pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang tersebar di seluruh Indonesia, yang setara dengan hampir tiga kali keliling bumi. Dengan kepemilikan aset ini, InfraNexia akan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan konektivitas grosir yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi strategi transformasi TLKM 30, yang bertujuan untuk memperkuat bisnis infrastruktur digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta mengembangkan bisnis melalui kemitraan strategis. Inisiatif ini juga mendukung transisi Telkom menuju holding strategis dengan memperkuat struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas. Dengan pemisahan ini, TelkomGroup diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Artikel Terkait