TNI Angkatan Udara (TNI AU) memberikan klarifikasi mengenai pesawat militer Singapura, yang dikenal sebagai RSAF, yang melintas di langit Indonesia. Pesawat tersebut membawa delegasi dari TNI AU dan RSAF dalam rangka program pertukaran.
Pernyataan ini disampaikan oleh TNI AU sebagai respons terhadap salah satu pengguna platform X yang mempertanyakan mengapa pesawat RSAF tidak dihadang saat memasuki wilayah Indonesia. TNI AU menegaskan bahwa tidak semua pesawat militer asing merupakan ancaman bagi keamanan negara.
Penjelasan TNI AU
"Kenapa harus dihadang? Jadi begini, pesawat milik RSAF ini sedang membawa delegasi TNI AU dan RSAF yang sedang melaksanakan program exchange officer atau saling berkunjung seperti berita yang baru saja Airmin posting," ungkap TNI AU melalui akun resmi mereka pada Rabu (15/7/2026).
TNI AU juga menyampaikan bahwa pesawat militer Indonesia sering kali melintasi negara lain untuk tujuan damai, seperti dalam misi pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Mereka menekankan bahwa pesawat militer asing dapat melintas di wilayah udara Indonesia selama telah mendapatkan izin.
Aturan Melintas di Wilayah Udara
"Tidak semua pesawat militer asing yang masuk negara kita merupakan sebuah ancaman, demikian pula pesawat militer kita yang melewati berbagai negara untuk sampai ke Gaza. Selama ada izin dan dimonitor pergerakannya, maka pesawat-pesawat militer negara manapun bisa lewat wilayah udara kita," jelas TNI AU.
Selain itu, TNI AU juga mengunggah informasi mengenai kegiatan Junior Officer Exchange Program (JOEP) yang dilaksanakan antara TNI AU dan RSAF di Singapura. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perwira muda dari kedua angkatan udara.
"Program pertukaran tahunan ini menjadi sarana bagi perwira muda kedua angkatan udara untuk bertukar pengetahuan, pengalaman profesional, dan mempererat hubungan kerja sama," tulis TNI AU.
Dengan penjelasan ini, TNI AU berharap masyarakat dapat memahami konteks dan tujuan dari kehadiran pesawat militer Singapura di wilayah udara Indonesia.