Fakta Ekonomi

Transformasi Investasi dengan Kecerdasan Buatan, Investor Diharapkan Tetap Fokus pada Analisis

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara investor dalam mengakses informasi dan membuat keputusan di pasar modal. Tuntun Sekuritas menekankan pentingnya pemahaman pasar dan analisis yan...

N
Narayana Putra
05 August 2026
44 pembaca
Foto: Ist
Foto: Ist

Di Jakarta, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia investasi semakin meluas, mengubah cara investor dalam mengakses informasi dan mengambil keputusan di pasar modal. Dalam konteks ini, pelaku industri sekuritas berupaya meningkatkan penggunaan teknologi dan riset untuk memperbaiki literasi investasi.

Pentingnya Akses Informasi yang Cepat

Ricki Juliandi, Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku investor menuntut kebutuhan akan akses informasi yang lebih cepat serta analisis yang lebih menyeluruh. Ia menekankan bahwa teknologi harus berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami dinamika pasar, bukan sebagai pengganti pertimbangan dari investor. “Cara investor mengambil keputusan kini telah bergeser. Investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik,” jelas Ricki.

Dalam acara Tuntun Investment Talk yang bertema Modern Trading & Investing di Era AI, yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia, perusahaan memperkenalkan berbagai fitur berbasis AI dan riset, termasuk Tuntun AI, AI Broker Summary, Tuntun Research, Market Radar, dan Concept Sector.

Inovasi Teknologi untuk Memahami Pasar

Salah satu fitur yang diluncurkan adalah Tuntun AI pada April 2026. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa fitur ini telah digunakan untuk menjawab lebih dari 50 ribu pertanyaan dari pengguna dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis. Teknologi ini diklaim dapat membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. Namun, Ricki menegaskan bahwa keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman investor mengenai kondisi pasar, profil risiko, dan tujuan investasi mereka. “AI bukan pengganti judgment investor. Teknologi hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah,” tambahnya.

Selain teknologi, perusahaan juga menyoroti pentingnya riset dalam mendukung pengambilan keputusan investasi. Saat ini, layanan riset perusahaan mencakup lebih dari 600 emiten dan diperbarui secara berkala melalui laporan analisis jangka pendek untuk mengikuti dinamika pasar.

Ricki menambahkan bahwa prospek ekonomi Indonesia yang masih memiliki ruang untuk tumbuh menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan layanan teknologi dan riset bagi investor. “Kami optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Dengan dukungan teknologi, riset yang semakin komprehensif, serta literasi investasi yang terus meningkat, kami percaya investor dapat memiliki fondasi yang lebih baik dalam memahami peluang dan risiko di pasar modal,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa literasi investasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan transaksi, tetapi juga mencakup pemahaman informasi, pengelolaan risiko, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Artikel Terkait