Tuesday, 12 May 2026
Fakta Nasional

Trump Beri Ultimatum kepada Iran: Pengeboman Akan Dimulai Jika Tidak Ada Kesepakatan

Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan pengeboman jika tidak mencapai kesepakatan, menyatakan bahwa intensitasnya akan lebih tinggi dari sebelumnya.

P
Panca Akbar Saputra
06 May 2026 10 pembaca
Trump Beri Ultimatum kepada Iran: Pengeboman Akan Dimulai Jika Tidak Ada Kesepakatan

Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan baru kepada Iran terkait kesepakatan yang belum tercapai. Ia menegaskan bahwa "pengeboman akan dimulai" jika Iran tidak setuju, dengan intensitas yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan, "Dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka Epic Fury yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA, termasuk Iran. Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya akan dilakukan pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya." Ia juga menambahkan bahwa AS masih membuka peluang untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri operasi militer terhadap Iran, meskipun kemungkinan itu dianggap sebagai "asumsi besar."

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menginformasikan kepada wartawan bahwa Operasi Epic Fury telah berakhir. "Operasi sudah selesai. Epic Fury, sebagaimana telah diberitahukan presiden kepada Kongres, kami sudah menyelesaikan tahap itu," kata Rubio dalam konferensi pers.

Gedung Putih juga telah memberi tahu anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena adanya gencatan senjata, yang menghindarkan persyaratan hukum untuk meminta persetujuan Kongres terkait konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari. Meski demikian, Trump tetap mengancam Iran dengan tindakan balasan besar jika ada serangan terhadap kapal-kapal AS. Ia mengumumkan "Proyek Kebebasan" untuk membantu kapal-kapal meninggalkan Selat Hormuz, menegaskan bahwa ini adalah operasi defensif.

Trump menjelaskan, "Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif." Rubio menambahkan, "Artinya sangat sederhana - tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu."

Serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu menewaskan sejumlah pemimpin Iran dan merusak situs-situs militer serta ekonomi utama. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone di berbagai lokasi. Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang kemudian diperpanjang, meskipun negosiasi dengan Teheran masih terhenti.

// Artikel Terkait