Fakta Ekonomi

Investasi Emas Kini Dimulai dari Rp 10 Ribu

Masyarakat dapat memulai investasi emas dengan modal minimal Rp 10 ribu melalui layanan Tabungan Emas di myBCA, yang bertujuan untuk memperluas akses kepemilikan emas, terutama bagi generasi muda.

A
Amara Rukmana
17 August 2026
37 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Anggapan bahwa investasi emas memerlukan modal yang besar kini mulai dipatahkan. Masyarakat dapat memulai menabung emas dengan hanya Rp 10 ribu melalui layanan Tabungan Emas yang disediakan oleh myBCA. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kepemilikan emas, terutama di kalangan anak muda yang selama ini menganggap emas sebagai instrumen investasi yang sulit dijangkau.

Peluang Baru untuk Menabung Emas

Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, menjelaskan bahwa masyarakat kini memiliki berbagai pilihan untuk menabung emas. Selain melalui myBCA, layanan ini juga tersedia melalui aplikasi Pegadaian, Tring. “Justru kita membuka akses seluas-luasnya. Supaya generasi muda ini mau lewat myBCA nabung emas, ayo. Mau lewat Tring untuk nabung emas juga, ayo,” ungkap Yos.

Kerja Sama Strategis dengan BCA

Yos menambahkan bahwa kolaborasi dengan BCA tidak berarti kedua layanan tersebut akan saling bersaing dalam menarik nasabah. Sebaliknya, kanal digital BCA dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk masuk ke dalam ekosistem emas Pegadaian. Saat ini, pengguna myBCA mencapai 15,8 juta, yang merupakan peluang besar bagi Pegadaian untuk memperluas Tabungan Emas. “Kalau 15,8 juta orang itu buka tabungan emas di myBCA, ya otomatis itu juga akan menjadi nasabahnya Pegadaian,” jelasnya.

Melalui layanan ini, nasabah BCA dapat melakukan pembelian dan penjualan emas secara digital dan real-time. Rekening Tabungan Emas dapat dibuka melalui aplikasi myBCA Mobile atau situs web BCA.

Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, menyatakan bahwa emas semakin diminati sebagai instrumen untuk membangun ketahanan finansial dan menyimpan nilai. Oleh karena itu, kemudahan akses menjadi penting agar masyarakat dapat mulai berinvestasi emas. “Melalui layanan tabungan emas, nasabah dapat melakukan investasi emas secara langsung dari kanal layanan digital BCA dan dapat dengan mudah membuka rekening tabungan emas melalui myBCA Mobile maupun website serta melakukan pembelian dan penjualan emas secara real-time dan memantau seluruh riwayat transaksi dengan mudah,” ujar John.

Saat ini, Pegadaian mengelola lebih dari 153 ton emas, di mana sekitar 20 ton di antaranya berasal dari Tabungan Emas, dengan jumlah nasabah lebih dari 6,5 juta. Nasabah BCA yang membeli emas melalui myBCA tetap memiliki aset yang dikelola dan disimpan oleh Pegadaian. Kepemilikan tersebut juga dapat dipantau melalui aplikasi Tring. Selain menabung emas, pengguna Tring juga dapat mengakses layanan emas lainnya, seperti cicil emas, deposito emas, dan gadai Tabungan Emas.

Bagi Pegadaian, perluasan kanal digital menjadi penting untuk menjangkau lebih banyak calon nasabah. Yos menyatakan bahwa Pegadaian terbuka untuk bekerja sama dengan bank lain yang memiliki basis nasabah masing-masing. Saat ini, lebih dari 10 kerja sama telah terjalin, dan Pegadaian menargetkan jumlah pengguna Tring mencapai 7 juta, dengan peluang untuk meningkat hingga 10 juta pengguna.

Perluasan akses emas ini terjadi di saat emas semakin mendapat perhatian sebagai aset simpanan. Dalam pidato kenegaraan pada Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa Bank Emas Indonesia yang dijalankan oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas senilai sekitar Rp 360 triliun. Prabowo mendorong agar emas tidak hanya menjadi komoditas yang ditambang, tetapi juga disimpan, diperdagangkan, dan memberikan nilai tambah di dalam negeri.

Artikel Terkait