Jakarta - Jensen Huang, CEO Nvidia dan orang terkaya kedelapan di dunia menurut Forbes Real-Time Billionaires per Juli 2026, mengungkapkan bahwa ada pekerjaan-pekerjaan yang akan sangat dibutuhkan di masa depan. Huang memiliki kekayaan yang diperkirakan mencapai Rp 2.800-2.900 triliun dan menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Teknik Elektro di Oregon State University pada tahun 1984, sebelum melanjutkan ke gelar master di Stanford University.
Di bawah kepemimpinannya, Nvidia memiliki lebih dari 40 ribu karyawan. Dalam pandangannya tentang industri, Huang menyatakan bahwa sektor pekerjaan terampil akan mengalami peningkatan permintaan. Saat ini, banyak generasi Z merasa khawatir karena mereka menganggap peluang kerja mereka semakin kecil akibat ancaman dari kecerdasan buatan (AI) yang mengganggu posisi pekerjaan tingkat pemula. Namun, Huang berpendapat bahwa perkembangan pusat data justru menciptakan ribuan peluang kerja untuk kaum muda.
Dua Pekerjaan yang Akan Banyak Dibutuhkan
Pekerjaan yang dimaksud memerlukan keterampilan tertentu, tetapi lulusan yang dibutuhkan hanya setingkat sekolah kejuruan. Dua pekerjaan yang diidentifikasi Huang sebagai yang akan banyak dibutuhkan adalah:
- Tukang ledeng
- Tukang kayu
Menurutnya, kedua bidang ini sangat penting untuk merawat perusahaan atau pusat data. Huang menekankan bahwa sektor pekerjaan terampil terus meningkat setiap tahunnya. "Jika Anda seorang teknisi listrik, tukang ledeng, tukang kayu—kita akan membutuhkan ratusan ribu dari mereka untuk membangun semua pabrik ini," ungkap Huang pada akhir 2025, yang dikutip dari majalah Fortune.
Dia juga menambahkan, "Segmen pekerjaan terampil di setiap perekonomian akan mengalami peningkatan pesat. Anda harus menggandakannya dua kali lipat setiap tahunnya."
Penghasilan Pekerja Konstruksi
Huang menjelaskan bahwa saat ini, pekerjaan di bidang keahlian teknis, khususnya konstruksi, sangat diminati. Posisi ini dapat menghasilkan lebih dari USD 100.000 per tahun tanpa memerlukan gelar sarjana, yang setara dengan sekitar Rp 1,8 miliar pada kurs Rp 18.100. Ia berpendapat bahwa perusahaan perlu menambah jumlah teknisi listrik dan tukang ledeng, karena gelombang peluang kerja berikutnya akan berfokus pada aspek fisik teknologi, bukan perangkat lunak.
Huang juga menekankan bahwa disiplin ilmu fisika akan menjadi semakin relevan di masa depan. Ia berandai-andai jika dirinya berusia 20 tahun lagi, ia akan memilih disiplin ilmu yang berakar pada fisika. "Bagi Jensen muda yang berusia 20 tahun dan telah lulus sekarang, dia mungkin akan memilih...ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak," ujarnya.