PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengkaji rencana pengembangan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Gambir, yang terletak di Jakarta Pusat. Meskipun KRL sudah melintas di kawasan Gambir, stasiun ini belum berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Rencana Pengembangan Stasiun Gambir
Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan KAI, menyatakan bahwa pengembangan layanan KRL di Gambir merupakan bagian dari penataan stasiun yang dilakukan secara bertahap. Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik di pusat Jakarta dan mendukung peran Gambir sebagai gerbang untuk perjalanan kereta api jarak jauh.
“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Anne.
Peningkatan Mobilitas Masyarakat
Saat ini, jalur layang yang ada di kawasan Gambir dilalui oleh perjalanan Commuter Line dari Jakarta Kota menuju Bogor dan Nambo, namun belum digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di Stasiun Gambir. KAI menegaskan bahwa potensi pengembangan layanan ini masih memerlukan kajian dan persiapan yang menyeluruh. Selain infrastruktur, pengoperasian KRL di Gambir juga harus mempertimbangkan kapasitas lintas, sistem operasi, aspek keselamatan, serta koordinasi dengan regulator.
Rencana ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan KRL Jabodetabek. Volume perjalanan KRL Jabodetabek tercatat meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada tahun 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada tahun 2025, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 58,11 persen dalam tiga tahun.
Salah satu lintasan dengan mobilitas tinggi adalah Bogor Line, yang pada tahun 2025 diperkirakan akan melayani 153.538.393 perjalanan, atau sekitar 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek. Meskipun lintasan ini melewati kawasan Gambir, stasiun tersebut belum melayani penumpang.
“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” jelas Anne.
Peran Strategis Stasiun Gambir
Stasiun Gambir saat ini juga tetap berfungsi sebagai salah satu simpul utama untuk perjalanan kereta api jarak jauh di pusat Jakarta. Dari Januari hingga Juli 2026, stasiun ini mencatatkan aktivitas 3.871.579 pelanggan, yang terdiri dari 1.990.205 pelanggan naik dan 1.881.374 pelanggan turun. Dalam operasional harian, Gambir melayani 34 perjalanan kereta api reguler dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk penumpang kereta api jarak jauh.
Anne menambahkan bahwa posisi Gambir yang strategis di pusat Jakarta membuat pengembangan stasiun ini sangat penting dalam sistem transportasi perkotaan. Stasiun ini dekat dengan kawasan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, dan berbagai pusat aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan layanan kereta api jarak jauh, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas dengan moda transportasi lainnya.
“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan kereta api jarak jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” tambah Anne.
Melalui kajian New Gambir, KAI juga merencanakan pengembangan stasiun sebagai pusat perjalanan yang mengintegrasikan aspek mobilitas, hospitality, leisure, dan nilai tambah kawasan. Konsep ini mencakup penguatan hubungan Gambir dengan berbagai moda transportasi publik serta kawasan Monas.
Anne menekankan bahwa pengembangan Gambir dan penguatan transportasi publik Jabodetabek perlu dipandang sebagai bagian dari satu sistem yang saling melengkapi. Setiap stasiun memiliki fungsi yang berbeda dalam jaringan transportasi Jakarta. “KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang kereta api jarak jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” ujarnya.
KAI memastikan bahwa pengembangan Stasiun Gambir akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan perkembangan sistem transportasi publik Jakarta. Dengan demikian, potensi layanan KRL di Gambir masih menjadi bagian dari proses pengembangan dan belum ada kepastian mengenai waktu pengoperasiannya. KAI juga menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keandalan perjalanan akan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan pengembangan.