Setelah satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan di balik ucapannya yang sempat dianggap "omong gede" pada awal masa jabatannya. Ia menekankan bahwa pernyataan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk membentuk ekspektasi positif mengenai perekonomian Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa ia menerapkan konsep ramalan yang terpenuhi sendiri (self-fulfilling prophecy) yang dipelajarinya dalam ilmu makroekonomi. Ia berpendapat bahwa keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dapat memengaruhi arah perekonomian itu sendiri. "Ya terpaksa ya omong gede. Itu yang dibilang orang sombong, itu Purbaya sombong banget. Itu bukan sombong tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan ke arah yang positif," ungkap Purbaya dalam perbincangan dengan wartawan.
Strategi Membangun Kepercayaan Ekonomi
Purbaya menambahkan bahwa ketika masyarakat dan pelaku usaha percaya bahwa ekonomi akan membaik, maka keputusan ekonomi mereka juga akan berubah. Hal ini dapat mendorong investor untuk berani berinvestasi, masyarakat untuk tetap berbelanja, dan perusahaan untuk melakukan ekspansi. Sebaliknya, jika masyarakat meyakini bahwa ekonomi akan mengalami resesi, hal tersebut dapat menyebabkan perlambatan ekonomi, di mana investor menunda ekspansi, masyarakat mengurangi belanja, dan pengusaha memilih untuk menunggu.
Menurut Purbaya, strategi ini ia terapkan sejak awal menjabat untuk segera mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perekonomian. "Saya mesti kembalikan confidence ke masyarakat secepat-cepatnya," katanya.
Kebijakan Ekonomi dan Perbandingan dengan Amerika
Purbaya juga membahas kebijakan yang diambilnya untuk menambah likuiditas dalam sistem perekonomian. Ia menyatakan bahwa langkah ini dilakukan sebelum Amerika Serikat menerapkan kebijakan serupa. "Anda lihat tuh sekarang Amerika, akan melakukan hal yang sama. Bunga naik, dia mencoba menurunkan, bukan intervensi di bond market, itu pun sebetulnya tujuannya sama, menekan harga uang, menambah uang ke sistem," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya sudah dilakukan lebih dahulu dibandingkan dengan tindakan yang diambil oleh Bank Sentral Amerika. "Saya sudah lakukan duluan sebelum Bank Sentral, sebelum pemerintah Amerika," tegas Purbaya.