Fakta Ekonomi

Tenor KPR Diperpanjang Hingga 40 Tahun, Cicilan Jadi Lebih Terjangkau

Perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun diharapkan dapat menurunkan cicilan bulanan, membuatnya lebih terjangkau bagi masyarakat.

D
Dila Rakasiwi
29 August 2026
26 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Rencana untuk memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun diharapkan dapat membuat cicilan rumah menjadi lebih terjangkau. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkirakan bahwa angsuran bulanan dapat berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu implementasi skema KPR subsidi 40 tahun dari pemerintah melalui program Tapera. "Kalau KPR 40 tahun keluar, angsurannya bisa antara Rp700.000-Rp800.000. Itu murah sekali buat masyarakat yang tadinya masuk kelompok desil 4-5 sehingga bisa ikut membeli rumah ke depannya," ujarnya di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Penawaran KPR dengan Bunga Kompetitif

Selain memperpanjang tenor, BTN bersama Danantara Indonesia dan bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga menawarkan KPR dengan suku bunga mulai dari 2,75 persen dan tenor hingga 30 tahun dalam acara Danantara Housing Expo (DHE) 2026. "Bunga promo mulai dari 2,75 persen dengan jangka waktu 30 tahun. Jadi angsurannya bisa sangat murah supaya daya beli masyarakat juga lebih terjangkau," tambah Nixon.

Mendukung Akses Rumah bagi Masyarakat

Nixon menjelaskan bahwa perpanjangan tenor merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses KPR. Dengan mengurangi beban cicilan di awal, diharapkan mereka dapat menunggu peningkatan pendapatan. "Kita membuat keterjangkauan dulu, supaya orang bisa menjangkau yang tadinya tidak bankable menjadi bankable dengan cara memanjangkan tenor kredit," ungkapnya.

Skema ini dianggap penting mengingat kebutuhan akan rumah masih sangat besar. Dalam penyelenggaraan DHE 2026, Danantara mencatat bahwa terdapat 9,29 juta orang yang belum memiliki rumah dan 18 juta rumah tangga masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.

Selain itu, BTN juga mendorong pengembangan hunian yang terhubung dengan transportasi publik, seperti pengembangan hunian di Manggarai, Jakarta, yang terintegrasi dengan stasiun kereta untuk mengurangi biaya mobilitas. DHE 2026 berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan lebih dari 120 ribu pilihan properti dari pengembang BUMN dan swasta.

Artikel Terkait